Jakarta - Dalam waktu kurang dari lima bulan, pada tahun ini sudah terjadi sepuluh kecelakaan pesawat udara di Indonesia.
Pada 16 Januari 2009, pesawat penumpang Merpati Airlines pecah ban dan tergelincir di Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Selang 13 hari kemudian, sebuah helikopter Super Puma terguling di Lapangan Udara Pondok Cabe, Tangerang, Banten. Dua mekaniknya tewas mengenaskan, sedangkan pilotnya Kapten Rahman Adi, selamat.
Sebulan kemudian, pada 23 Februari, pesawat MD-90 Lion Air dengan rute Medan - Batam mendarat darurat di Bandara Hang Nadim, Batam, tanpa roda depan. Kepiawaian Pilot Kapten Anwar Harianto mengendalikan pesawat menyelamatkan nyawa 162 penumpangnya.
Kecelakaan pesawat terbang terjadi secara beruntun pada Maret 2009. Diawali dengan jatuhnya helikopter latih jenis Hughes C-300 HL-4098 milik Pusat Pendidikan Penerbang TNI Angkatan Darat pada 7 Maret. Pesawat itu jatuh di tengah tambak udang di Tugu Rejo, Semarang, Jawa Tengah. Dua awaknya terluka.
Selang dua hari, pesawat Lion Air kembali tergelincir dan terjerembab ke luar landasan pacu, saat akan mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten. Ratusan penerbangan terpaksa ditunda akibat lambatnya proses evakuasi pesawat itu.
Dua minggu kemudian, giliran pesawat Sriwijaya Air mengalami gangguan pada mesin kiri dan mendarat darurat di Bandara Hang Nadim.
Kecelakaan paling tragis terjadi saat pesawat transpor TNI AU Fokker F-27 Troopship hilang kendali dan jatuh menimpa hanggar Aircraft Services (ACS) milik PT Dirgantara Indonesia di Bandung, 6 April 2009. Enam awak dan 18 anggota Paskhas TNI AU tewas dalam musibah itu, termasuk di dalamnya kopilot Letnan Satu Penerbang Yudho Pramono, putra Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda Mayor Jenderal Soenarko. Hingga kini, hasil penyelidikan tragedi itu belum diumumkan.
Tiga hari kemudian, enam orang tewas setelah pesawat penumpang milik Aviastar Mandiri jatuh di Pegunungan Jayawijaya, Wamena, Papua. Lalu, pada 17 April, giliran pesawat terbang milik Mimika Air jenis Pilatus PK-LTJ jatuh di Gunung Gergaji, Puncak Jaya, Papua. Dua awak dan delapan penumpang tewas.
Terakhir, pagi tadi, pesawat transpor TNI AU Lockheed C-130 Hercules A-1325 milik Skuadron Udara 31 Halim Perdana Kusuma, jatuh di dekat Pangkalan Udara Iswahyudi, Magetan Jawa Timur. Jumlah korban tewas sejauh ini berkisar 60 orang dan diperkirakan bertambah.
source : Redaksi : http://www.an.tv